Pengertian Kemandirian Menurut Para Ahli
Kemandirian merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting bagi individu. Seseorang dalam menjalani kehidupan ini tidak pernah lepas dari cobaan dan tantangan.
Individu yang memiliki kemandirian tinggi relatif mampu menghadapi segala permasalahan karena individu yang mandiri tidak tergantung pada orang lain, selalu berusaha menghadapi dan memecahkan masalah yang ada.
Kemandirian sangat diperlukan seseorang, dengan adanya kemandirian akan timbul rasa percaya diri, kemampuan sendiri, mengendalikan kemampuan sendiri, sehingga puas terhadap apa yang dikerjakan atau dilakukan.
Menurut Enung Fatimah (2010:143) kemandirian adalah “keadaan seseorang yang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya, mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi, memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya”.
Desmita (2012:185) menyebutkan kemandirian adalah kemampuan untuk mengedalikan dan mengatur pikiran, perasaan dan tindakan sendiri secara bebas serta berusaha sendiri untuk mengatasi perasaan-perasaan malu dan keragu-raguan.
Menurut Emil Durkheim (Mohammad Ali dan Mohammad Asrori, 2011:110) mendefinisikan kemandirian, yaitu: Melihat makna dan perkembangan kemandirian dari sudut pandang yang berpusat pada masyarakat.
Dengan menggunakan sudut pandang ini, Durkheim berpendirian bahwa kemandirian merupakan elemen esensial dari moralitas yang bersumber pada kehidupan masyarakat. Kemandirian tumbuh dan berkembang karena dua faktor yang menjadi prasyarat bagi kemandirian, yaitu disiplin dan komitmen terhadap kelompok.
Oleh sebab itu, individu yang mandiri adalah yang berani mengambil keputusan dilandasi oleh pemahaman akan segala konsekuensi dari tindakannya. ”Kemandirian merupakan suatu kekuatan internal individu yang diperoleh melalui proses individuasi, yaitu proses realisasi kedirian dan proses menuju kesempurnaan.
Diri adalah inti dari kepribadian dan merupakan titik pusat yang menyelaraskan dan mengoordinasikan seluruh aspek kepribadian” (Mohammad Ali dan Mohammad Asrori, 2011:114). Pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa sikap mandiri adalah kemampuan berdiri sendiri dalam melaksanakan segala kewajiban guna memenuhi kebutuhan sendiri.
Sikap mandiri meliputi kemampuan untuk menyesuaikan diri sendiri, mampu berinisiatif, kreatif, dewasa dalam membawakan dalam menempatkan diri, serta yang terpenting tidak mempunyai ketergantungan pada orang lain.
Dari uraian diatas, hal ini berarti bahwa kemandirian mengandung pengertian keadaan seseorang dalam kehidupan yang mampu memutuskan atau mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain, mampu melakukan tugas dan tanggung jawab sendiri serta dapat menolong diri sendiri dalam mengatasi kesulitan tanpa bantuan orang lain.
Individu yang memiliki kemandirian tinggi relatif mampu menghadapi segala permasalahan karena individu yang mandiri tidak tergantung pada orang lain, selalu berusaha menghadapi dan memecahkan masalah yang ada.
Kemandirian sangat diperlukan seseorang, dengan adanya kemandirian akan timbul rasa percaya diri, kemampuan sendiri, mengendalikan kemampuan sendiri, sehingga puas terhadap apa yang dikerjakan atau dilakukan.
Menurut Enung Fatimah (2010:143) kemandirian adalah “keadaan seseorang yang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya, mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi, memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya”.
Desmita (2012:185) menyebutkan kemandirian adalah kemampuan untuk mengedalikan dan mengatur pikiran, perasaan dan tindakan sendiri secara bebas serta berusaha sendiri untuk mengatasi perasaan-perasaan malu dan keragu-raguan.
Menurut Emil Durkheim (Mohammad Ali dan Mohammad Asrori, 2011:110) mendefinisikan kemandirian, yaitu: Melihat makna dan perkembangan kemandirian dari sudut pandang yang berpusat pada masyarakat.
Dengan menggunakan sudut pandang ini, Durkheim berpendirian bahwa kemandirian merupakan elemen esensial dari moralitas yang bersumber pada kehidupan masyarakat. Kemandirian tumbuh dan berkembang karena dua faktor yang menjadi prasyarat bagi kemandirian, yaitu disiplin dan komitmen terhadap kelompok.
Oleh sebab itu, individu yang mandiri adalah yang berani mengambil keputusan dilandasi oleh pemahaman akan segala konsekuensi dari tindakannya. ”Kemandirian merupakan suatu kekuatan internal individu yang diperoleh melalui proses individuasi, yaitu proses realisasi kedirian dan proses menuju kesempurnaan.
Diri adalah inti dari kepribadian dan merupakan titik pusat yang menyelaraskan dan mengoordinasikan seluruh aspek kepribadian” (Mohammad Ali dan Mohammad Asrori, 2011:114). Pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa sikap mandiri adalah kemampuan berdiri sendiri dalam melaksanakan segala kewajiban guna memenuhi kebutuhan sendiri.
Sikap mandiri meliputi kemampuan untuk menyesuaikan diri sendiri, mampu berinisiatif, kreatif, dewasa dalam membawakan dalam menempatkan diri, serta yang terpenting tidak mempunyai ketergantungan pada orang lain.
Dari uraian diatas, hal ini berarti bahwa kemandirian mengandung pengertian keadaan seseorang dalam kehidupan yang mampu memutuskan atau mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain, mampu melakukan tugas dan tanggung jawab sendiri serta dapat menolong diri sendiri dalam mengatasi kesulitan tanpa bantuan orang lain.
DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://tambahnol.blogspot.com/. Terima kasih.
Postingan Lebih Baru
Postingan Lebih Baru
Eliana
Komentar